Search This Blog

Friday, November 30, 2007

d'amour

Ah, le mystère d'amour. No doubt about it - love can be mystifying. That illusive mix of chemistry and compatibility is divine, when we're lucky enough to find it.

Monday, November 26, 2007

Nur Illahi

Kataku: Aku mendaur kembali pengalaman tentang cahaya Illahi. Kini bukan hanya dalam bentuk cincin lazuardi; tosca;putih; kuning; ungu; yang mengelilingi black hole. Tapi warna itu sendiri dalam kamus yang tak bernama sudah berpendar dalam bentuk tak terhitung. Permukaannya luas sekali dan sangat jernih seakan sebuah wilayah yang tiada batas. Dan seringkali muncul bentuk kubik yang variasinya luar biasa dengan cahaya sekeliling yang terang tapi tidak menyilaukan. Mirip mosaik kaca. Keindahan yang Subhanallah!

Katamu: Imanilah...Dia selalu hadir, maka berdzikirlah terus dalam suka mau pun duka. Dia kaya akan penampilan dan tidak dapat dipersamakan dengan apa pun...

When it was full moon (24th Nov)

peristiwalah,
menengarai*1) langkah kecamuk kita
meningkahi udara lindap*2) bermuasal hasrat
menggerayangi angan-angan tak berperi kata
lalu jengah menjela*3) di ambang waktu tengat

sejarahlah,
saat purnama alam menjahat karena
kita lena oleh lenggak*4) menatapnya
menggelinjangi kuasa pengaruh tiada kendali
mirip parewa*5) memeras paria*6)

sekali ini,
laksana parhelion*7) renjana menerjang
kesenduan sisi perjalanan rajahku
melepas kelegaan sejarahmu
biar kusigi*8) bongkah-bongkah delik*9) ini
asal bisa jadi meteormu
letup membakar bumi

lunasi impianmu selamanya


1) menduga, mencurigai
2) mendung
3) bergantung terayun-ayun, menjuntai
4) mengangkat kepala sehingga menengadah
5) penjahat, perusuh
6) gol. masyarakat terendah yang tidak memiliki kasta (Hindu)
7) noda yang sangat cemerlang dalam jalang matahari
8) cungkil/korek lubang
9) perbuatan yang dapat dikenai hukuman krn merupakan pelanggaran thd undang-undang

Friday, November 23, 2007

Usia

...untuk engkau yang mengunyah makna...

kau berikan aku kunci
membuka ruang pemahaman
kau berikan aku bangku
memanjat angan-angan
kau berikan aku cawan
mengisi tetes keharuan

di usia ini
kau adalah bongkah
artefak kuno
gurat kerat kehidupanmu

dan
aku di sini jadi saksi
sayap-sayap jibril
melintas
tanpa batas

Wednesday, November 21, 2007

192

...Mungkin ada tempat untuk bermula...

tak pernah terpikirkan
untuk
memulainya
lagi

cukup sudah
perjalanan fatamorgana
dari mimpi ke nyata
tidak semudah kata-kata

tapi
kutemukan kau
bagai telaga
cermin memabukkan
ingin kureguk
di kedalaman
merenangimu
ke ujung muara
di tepian samudera
khayalku

namun
portal-portal besi
menyentuh kesombongan
memperluas penjagaannya
aku
takut

bila dusta
semanis madu
kupilih racun
durjanaku

kuhentakkan kesadaran
bergulir di bebatuan
cuma meyakinkan
ini realita

192
awalnya pada angka
tersiksa oleh makna
hilang dalam kata
c i n t a

Mengingat Jakarta Banjir

227

Jakarta lesi pasi mayat
langit tak bersenyum
hujan mencurah bumi
seperti kerang hijau tumpah
di tepian Muara Karang

Thamrin -Sudirman mampet
cet, cet, cet,
hampir seluruh kota
padat penuh sensasi amarah
kesabaran seperti pendulum
tik-tok, tik-tok

saat air bukan dambaan
niscaya kutuk jadi mantra

saat ikhlas bukan adab
niscaya kemurkaan jadi pisau darah

di tengah fenomena alam
kedinginan menyerang siapa saja

di ranjang hangat ini
pesamuhan kita

katamu,
selalu ada sejarah
yang mencatat
peristiwa kita!

Tuesday, November 20, 2007

Makna "6"

kau tanya tentang kode
aku jawab dengan nama
kau tanya tentang angka
aku jawab dengan makna

perang dingin kita
... sebuah twilight zone-ku...
... peradabanmu...

cuma waktu yang mengerti
mengapa aku harus berlari

ketika kembali
...ada ruang "6"

dan,
tiba-tiba
sepuluh ruang,
duabelas ruang,
puluhan ruang,
cuma kenal satu angka,
"6"

Di hari-hariku...

Sayangku, perangkat cinta adalah hati...

ketika engkau ada
keakuan menyeruak
semak belukar menggila
keengganan adalah ganggang
menyebar ganas gragas
macam amuba panik

ketika engkau tak ada
dadaku menggeletar
tatapanku lindap
demam mengudakku
macam jahanam

indraku kelu
gemetar gasing
menyeringsing nyeri
bola mataku rengas
telingaku panas

bukan sekedar
sensasi tubuh lagi
aku diganjar putus asa
macam kutukan

aku berkelindan
dengan hantu emosi
hantuku
sendiri
emosimu

Just remind yourself

pikirmu
masa laluku
akan jadi
masa depanmu

pikirku
sudahlah!

masa depanmu
milikmu

sendiri

aku pemilik
masa depanku
sendiri

bukan yang kugapai
lebih pada

sebuah takdir

namun
kalau masa depanmu
masa depanku juga

masa laluku
harus berakhir
sejak kemarin

syahdan
masa lalumu
milikku

Jangan menggaliku!

percakapan malam-malam kita
terasa melelahkan
kini dini hari sudah
simbiosenya pada mentari
berguguran semua pernyataan
berguliran kontra makna
bergugupan lidah meracau

percakapan panjang-panjang kita
benar-benar meluluhlantakan
kini empat tahun sudah
racunnya menjelaga di bathinku
bergelinciranlah semua penolakan
bertopanganlah semua pembelaan
bertungkaianlah semua kelelahan

soda dari nurani muncrat!
dosa tersesap melalui pipet sempit
dendam buatmu, erotisme
kepuasanmu, kehancuranku

untuk apa aku di sini!

tertatih-tatih memijaki
titik-titik bincang
menggerus pengertian purbaku
mengentayang di semai-semai
mimpi derasmu

untuk apa aku di sini?

Monday, November 19, 2007

Day's 40th

It's 18th of November 2007

Perjalanan dari nol ke cahaya
dari cahaya ke cahaya
tidak akan kutemukan tanpa menyisiri langkah-langkahmu
Petunjuk LangkahNya! tentu saja
Kutemukan itu bersamamu
'ntah atas dasar apa engkau pilih aku
Pergerakan cahaya yang datang menghampiri itu
Berkah! katamu
tidak setiap orang memperolehnya semudah itu
padahal kita masih lakukan kesalahan
tidak ada pembenaran untuk dosa yang jernih, kataku...

tapi,
Allah Maha Pemilih, katamu lagi,

Lalu...
Allah (Pemberi) cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar....

...teringat...
Hajar Aswad di Masjidil Haram Mekkah?
ketika kutenggelamkan wajahku
kepalaku di dalam lautan kelam
kepekatannya tak memiliki kata-kata
suara keheningan paripurna

Pelita itu di dalam kaca (dan), kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walau tidak disentuh api...

Mata kasatku luluh oleh takjub
tak terperikan bahagianya
ruhku pergi saat mati suriku
meraih cincin cahaya lazuardi berkilau
melingkari hitam terpentin tak tembus cahaya
inikah, sebuah ekstasi tak bernyawa?

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

bertasbihlah jiwa-jiwa kering,
mengerang dalam dalam pengampunan tandas,
membasahi dzikir dalam lafadz, gerak...
hisab datangi kini,

mengarungi Nafs--Qalb--Aql--
milyaran bintang-bintang perak

mengenali Sirr--Ruh--Khafa'--
gradasi warna-warni tak bernama
menyusuri labirin,

menyusup ke dalam Akhfa'
lebur dalam debur gemuRuh!

Thursday, November 15, 2007

Puisi Bali 11/11/07 (Sun)

"Daun - Kita"

Kita adalah bentukan karbonhidrat.
karbondioksida dan air,
aku-karbon, engkau-air!
Reaksi cahaya matahari adalah enerji kita
kita serap; aku-klorofil, engkau-kloroplas!
kita, Oksigen!

Fotosistesis mengurai air rasa bathin menjadi hidrogen
yang kita lepaskan menjadi oksigen nalar
Kita ada di dalam reaksi gelap
saat reaksi cahaya bersatu
karbondioksida-ku, karbonhidrat-mu!
Pergumulan reaksi tak berkeselesaian...

Fotosintesis memfungsikan kita
membagikan pertukaran gas cinta
menjadi transpirasi cinta...!

Daun ada di kita
Kita - daun
semua daun jadi kita
Daunmu - aku, daunku - engkau!
Rimbunan daun-daun
Rimbunan fotosintesis
Mengurai fana kita!

Puisi Bali 10/11/07 (Sat)

"A rather quiet month this year"...

Hari ini Saraswati
untuk Sang Hyang Aji Sarawati
saat manusia berhadap, bertapa mencari
kebijaksanaan dan kebajikan dalam hidup
pada saat yang sama,
kita berharap surga ada di sini
kesalahan jadi kebenaran
...that's if you need an excuse..

Surga ternyata ada di jantung Kuta
bergelinjang dalam aroma aneh
memahamkan rasa, menajamkan rasio
berayun di rantai keraguan yang candu
kesempatan adalah iblis berpigura cantik
kita masuki relief pencarian
satu telapak kaki kita tertinggal
pengingat untuk kembali...

Di Pecatu, tabir malam bersenggama dengan senja
segaris jingga menyadarkan kekelaman
keheningan purna sudah
merengkuh deburan gelombang ke ombak kita
mengaliri elahan nafas satu-satu di anak tangga
saat hitam jadi warna
bintang-bintang menyapa
rindu kita solituda klasik
merendam titik panas renjana
di kesejukan...

Puisi Bali 9/11/07 (Fri)

"Laguna"

Pernahkah ada
tanyamu yang panjang
seperti deretan bibit pohon jatimas
membuatku gelisah?
Kujawab, Ya!
dengan gemerincing rasa sublim
menyusuri malam tanpa bintang berlangit basah
dari Kuta ke Legian aspal berbatu
berceletukan mempertaruhkan langkah bathin
mengesah - berkesal-kesal dengan cakap nalar
bertaruh - berkerisik pada perjalanan khayal
dalam harap yang terjelma nafsi-nafsi

Kuukur jarak bintang kelam di mata ketiga
Kurentang jiwa bertentang-tentangan
Kupecah ombak dari ujung Benoa ke Jimbaran
Harus kurekam jejak mana untuk masa depan
Kekiniankah atau Deja vu?


Pernah tanyamu membarakan amarah
bahwa kepalsuan dan kesetiaan adalah sisiku
Meradang oleh rasa letih
Memaksa menjalinkan karmaku - karmamu
Bertulang-tulang sembilukan asa
Berteriak mempertanyakan keadilanmu

Bersedu-sedan kubuktikan jiwaku
Namun kata-kata tak memiliki daya
Menyergapku ke gua terasing

Dengan tanyamu;
Kuhampiri rindu kesah ini...