227
Jakarta lesi pasi mayat
langit tak bersenyum
hujan mencurah bumi
seperti kerang hijau tumpah
di tepian Muara Karang
Thamrin -Sudirman mampet
cet, cet, cet,
hampir seluruh kota
padat penuh sensasi amarah
kesabaran seperti pendulum
tik-tok, tik-tok
saat air bukan dambaan
niscaya kutuk jadi mantra
saat ikhlas bukan adab
niscaya kemurkaan jadi pisau darah
di tengah fenomena alam
kedinginan menyerang siapa saja
di ranjang hangat ini
pesamuhan kita
katamu,
selalu ada sejarah
yang mencatat
peristiwa kita!
No comments:
Post a Comment