Search This Blog

Wednesday, November 21, 2007

Mengingat Jakarta Banjir

227

Jakarta lesi pasi mayat
langit tak bersenyum
hujan mencurah bumi
seperti kerang hijau tumpah
di tepian Muara Karang

Thamrin -Sudirman mampet
cet, cet, cet,
hampir seluruh kota
padat penuh sensasi amarah
kesabaran seperti pendulum
tik-tok, tik-tok

saat air bukan dambaan
niscaya kutuk jadi mantra

saat ikhlas bukan adab
niscaya kemurkaan jadi pisau darah

di tengah fenomena alam
kedinginan menyerang siapa saja

di ranjang hangat ini
pesamuhan kita

katamu,
selalu ada sejarah
yang mencatat
peristiwa kita!

No comments: