"Laguna"
Pernahkah ada
tanyamu yang panjang
seperti deretan bibit pohon jatimas
membuatku gelisah?
Kujawab, Ya!
dengan gemerincing rasa sublim
menyusuri malam tanpa bintang berlangit basah
dari Kuta ke Legian aspal berbatu
berceletukan mempertaruhkan langkah bathin
mengesah - berkesal-kesal dengan cakap nalar
bertaruh - berkerisik pada perjalanan khayal
dalam harap yang terjelma nafsi-nafsi
Kuukur jarak bintang kelam di mata ketiga
Kurentang jiwa bertentang-tentangan
Kupecah ombak dari ujung Benoa ke Jimbaran
Harus kurekam jejak mana untuk masa depan
Kekiniankah atau Deja vu?
Pernah tanyamu membarakan amarah
bahwa kepalsuan dan kesetiaan adalah sisiku
Meradang oleh rasa letih
Memaksa menjalinkan karmaku - karmamu
Bertulang-tulang sembilukan asa
Berteriak mempertanyakan keadilanmu
Bersedu-sedan kubuktikan jiwaku
Namun kata-kata tak memiliki daya
Menyergapku ke gua terasing
Dengan tanyamu;
Kuhampiri rindu kesah ini...
No comments:
Post a Comment