Search This Blog

Sunday, November 16, 2008

Searching out the "truth"

Sometimes, of course, it just doesn't happen
No matter how hard you drive your "truth"
there are no sagacity come...

Sometimes, we are going down depression
to understood, is it the "truth" as is?
then can drag us down into no where...

We force ourself to achieve that effort
but reality comes
we extract the theory
desperately looking up the point

After in depth in our "rooms"
how, then,
do we capture this elusive
but vital ingredients?

...truth,
the only one that we understand!

No!
the truth is only the truth itself
even we found the "vortex" yet!

Tuesday, November 11, 2008

Do you feel me?

Have you feel lost
and tossed on the sea of life?
I just feel it....
feel that I need someone
who can get me through this storm!

But, maybe this "chaos emotion"
a learning point of my life
for the future..
an obstacle to grow stronger
through the twists and turns way

Decision to do now or never
even looks at things differently

It comes one step
closer to the "goal"

Nothing is impossible,
I accept what I have to,
face a destiny
for me no decision is too small
no action is too stupid
I asking God about
just for sure

Really, it isn't easy way dear...
experienced in failure
dark and dreary
struggling
pain and sorrow

But once I take it
I brighten myself after
with compassion...

Saturday, November 8, 2008

Obama Mania & Myself

Dear Idol,

You can only make one success of yourself,
but you can help make many successes
by inspiring and encouraging others....

Dear Myself,

There's a silver lining in everything that happens,
and in every person too.
So, challenge yourself with
finding it and you'll start
too see life in a better light...

From Obama, I've learnt:

Treat every obstacle as a rung in the ladder of success,
and you'll keep
moving up and onward to
bigger and better things...

For Myself, I say:

Keep your head in the clouds,
your feet on the ground,
and your heart in the middle
to balance the two...

Tuesday, September 23, 2008

On Marsha's Birthday: September 22, 2008

My choice poem for you, D dearest;
from Sitok Srengenge "ON NOTHING"

OSMOSIS OF ORIGIN

I ask the wind,
whence does reverie come,
the wind shakes the tips of leaves
and I see the tree paint the cycle of years

I ask the tree,
whence does time begin,
the tree opens up its flower petals
and I see a bee alight down sucking honey


I ask the bee,
whence does the cell that begat my body originate,
the bee hums flying into a cave
and I see a bat shut its ears upon a stone wall

I ask the bat,
whence does sound emerge,
the bat flaps its wings up to the night sky
and I see dew glide down like a river

I ask the river,
whence does the source of milk flows,
the river shows off the mountain
and I see a valley shrouded in mist

I ask the valley,
whence does taboo arrive,
the valley raises its shroud
and I see the naked earth swing in elegance

I ask the earth,
who does give birth to Mother,
the earth blushes, but I hear the sea answer,
"She witnesses upon fact, yet is incapable of utterance!"

I ask the sea,
who does contain her,
the sea roars, yet it drained
before completely spelling the Name

page 195-197

(aku bertanya kepada angin, dari mana asalnya angan, angin menggoyangkan pucuk-pucuk daun, dan kusaksikan pohon-pohon melukis lingkaran tahun, aku bertanya kepada pohon, dari mana datangnya waktu, pohon merekahkan kelopak bunga, dan kusaksikan lebah hinggap menghisap madu, aku bertanya kepada lebah, dari apa sel yang tumbuh dalam tubuhku, lebah bergumam terbang ke dalam gua, dan kusaksikan kelelawar menangkup kuping di dinding batu, aku bertanya kepada kelelawar, dari mana awalnya suara, kelelawar mengepak sayap ke langit malam, dan kusaksikan embun bergulir serupa sungai, aku bertanya kepada sungai, dari mana sumber air susu, sungai menjulangkan gunung, dan kusaksikan lembah bergaun kabut, aku bertanya kepada lembah, dari mana mulanya tabu, lembah menyingkap gaun, dan kusaksikan bumi bugil menggeliat anggun, aku bertanya kepada bumi, siapa yang melahirkan ibu, bumi tersipu tapi kudengar laut menyahut, "ia bersaksi atas fakta, namun tak berdaya untuk bicara!", aku bertanya kepada laut, siapa yang menampungnya, laut menggelora, tapi kerontang sebelum usai membilang Nama)

Friday, September 12, 2008

Mencatat Tatal 96 nya Goenawan Mohamad

96

Sebuah lelucon Groucho Marx, ketika ia diminta menunjukkan kartu identitasnya: "Maaf, aku tidak punya foto. Tapi tuan bisa ambil jejak kakiku. Itu ada di kaos kakiku."

Ada foto, ada jejak kaki.

Yang pertama perwujudan diri yang terang. Tapi yang sering dilupakan: foto adalah sebuah kelaziman manusia selama ribuan tahun untuk menuntut visualisasi-tuntutan yang kian meluas sejak Plato. Kita hidup dalam kebudayaan okulosentris hampir sepenuhnya kita mengartikan yang "diketahui" sama dengan yang "tampak", dan segala sesuatu yang berkaitan dengan "mata" pun berjibun memenuhi bahasa...

Kebudayaan okulosentris memang mendatangkan pelbagai teknologi visual yang menakjubkan. Tapi ada sejarah kekuasaan yang tak dapat diabaikan ketika ruang dibaca sebagai peta, Sabda sebagai Kitab, dan gelap dianggap kekurangan. Seperti kata Derrida,
"Ada pertemanan yang kuno dan rahasia antara cahaya dan kekuasaan."

Sebuah foto adalah hasil sebuah proses yang agresif; mereka memakai kata shooting dan shot di sini. Sebagai tanda identitas, ia disahkan oleh kekuasaan yang menyusup tata simbolik-bahasa, hukum, adat, negara. Ia dipatok dan dikerangka oleh tata itu. "Hai, lihat, orang Negro!" seru seorang anak kecil di sebuah jalan di Paris waktu melihat Franz Fanon lewat. Fanon dengan segera tahu, siapa gerangan dirinya tak ditentukannya sendiri.

Itu sebabnya ucapan Groucho Marx, seraya melawak, merupakan perlawanan. Ia tak meletakan foto dalam posisi yang menentukan. Ia menunjuk unsur kedua dalam dikotomi kita: jejak kaki di kaos kaki...

Yang terbayang dari kata-kata itu adalah bekas perjalanan, tanda-tanda yang maknanya serba mungkin, dan sesuatu yang besok bisa terhapus oleh perjalanan baru.

hal 156 dari buku Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai, Goenawan Mohamad, 2008.

Wednesday, September 10, 2008

Am I obsessed with?

Percakapan sunyi di 18 Juni 2008

9:45
Kau: biasanya hubungan manusia dengan Allah pupus (gelap) apabila apa yang sudah didapat tidak diakuinya sebagai kebenaran (ingkar). Aku hanya memberi petunjuk agar kau mendapat kunci dan kemudian membuka pintu surga..

9:49
Aku: aku tidak mengingkari apa yang sudah kudapatkan, yang terjadi adalah setelah aku makin luluh (pasrah), yang kudapatkan semakin luar biasa dan kenikmatan yang Illahiyah itu membuatku makin bertauhid. Kegalauanku muncul karena bertanya: "mengapa aku mendapatkannya?"

9:55
Kau: Jangan goyahkan keimananmu! majulah terus, karena apa yang kau dapatkan barulah awal, masih banyak lagi yang luar biasa yang dimiliki Allah, dan belum kau ketahui. Saranku, imani terus ya...amin.

11:20
Kau: Banyak kisah-kisah yang terjadi sebelum kita dilahirkan, mungkin kisahnya mirip atau sama, cuma berbeda waktu dan pelakunya. Jadikan hal tersebut semacam "up-date", sehingga lebih kontekstual dan mudah mencernanya.

11:39
Aku: Maaf. Tadi kau mengatakan kisah-kisah. Apa hubungannya dengan "cahaya"? Penggambaran yang pernah kulihat hanyalah metaphora seperti : mata, alismata, bolamata, sinarmata tanpa makna, bibir, mulut, hidung, silhuet wajah seseorang dari samping, burung berleher jenjang, angsa, kubah masjid, bangunan terbuat dari pasir berwarna putih pucat, titik-titik air, permukaan lautan, gelombang laut biru pekat, lorong hitan tetapi terang. Hanya itu, dan aku belum paham maknanya...secara segmen mau pun keseluruhan...

12:30
Kau: Baca kembali Al Qur'an dan terjemahannya. Selalu ada perumpamaan. Barangkali kisah-kisah para Rasul/Nabi...pasti ada kemiripan dengan pengalamanmu. Perdalamlah makna tentang misalnya: burung, gunung, laut dll. Juga yang dikisahkan melalui Nabi-nabi. Musa melihat cahayaNya di gunung Thursina, membelah laut...coba sambungkan, pasti ada kemiripan dengan "penglihatanmu".

12:07
Aku: Nah itulah, kemampuanku untuk menyempurnakan "mosaik penglihatan" itu masih berupa embrio...tolong bantu aku untuk menemukan hikmahnya...

12:09
Bismillahirrahmanirrahim. Alam nasyroh laka shadrak, wawdha'naa anka wizrak. Alladzii anqadha zhahrak. Warafa naa laka dzikrak. Fa inna ma'al usri yusraa. Fa idzaa faraghta fanshab. Wa ilaa robbika farghab.

Another Holderlin's poem

....this poem profoundly related to my life

The Course of Life

You too wanted better things,
but love forces all of us down.
Sorrow bends us more forcefully,
but the arc doesn't return to its point of origin without a reason.

Upwards or downwards!
In Holy Night,
where mute Nature plans the coming days,
doesn't there reign in the most twisted Orcus

something straight and direct?

This I have learned.
Never to my knowledge did you,
all-preserving gods,
like mortal masters,
lead me providentially along a straight path.

Poems of Frierich Holderlin (1770-1843)

At the Middle of Life

The earth hangs downto the lake,
full of yellow pears and wild roses.
Lovely swans,
drunk with kisses you dip your heads into the holy,
sobering waters.

But when winter comes,
where will I find the flowers,
the sunshine,
the shadows of the earth?
The walls stand speechless and cold,
the weathervanes rattle in the wind.

**translation by James Mitcell
I just impressed his poem after reading Goenawan Mohamad's book: Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai or On God and Other Unfinished Things (080908)

Monday, May 5, 2008

Days of mine

Sun, 040508
03.00am, Strange dream of Da Al (with me)
07.00am, Divine visualization of Syaza
09.00am, Clear weather of the city
10.00am, gathering and games time of Pusaku
02.00pm, Divide energy of me
Wonderful happening at the rest of the day
10.00pm, an Amazing Blue Silver Light!

Mon, 050508
02.45am, Marsha with a wonderful power of millions "brighten light"
01.30pm, After Shollat Dzuhur, while did dzikrullah, I saw a virtual picture of my own face in four images wearing vary jilbab color and look happy! What does it mean?
09.00pm, Ustadz Wawan said, I'll go for an "escalation" and could understand the untold meaning of something"......

Sunday, May 4, 2008

Junior School Reunion

"Allah SWT loves me more than I can imagine, and God wants to make my life happy, fulfilled, and wonderful in every way..."

Note of 3rd of May 2008, Sindanglaya - Samadhi Shalom,
I accepted the time to see some of my Junior School friends and teachers at "a nice garden wedding party of Ibu Christine's daughter"...amazing! they still remember me just in "a click time". Thanks God, it's a bless.

Soul

"A Fine marriage is like a fine wine. It improves with age".

Thank you, for saying you love me at much...(29th April 2008), and God bless me waiting for so long...

Thursday, May 1, 2008

1 Mei

Teman, tantangan dalam hidup hadir dalam 3 (tiga) kategori:
1. MUDAH
Barang siap mengambil tantangan mudah, maka ia akan mendapatkan suatu kehidupan yang aman dan membosankan
2. SUKAR
Tantangan yang sukar memberikan kehidupan yang keras dan memuaskan
3. MUSTAHIL
Tantangan yang mustahil akan senantiasa dikenang

Hal yang pertama sudah banyak sekali engkau dan kita nikmati, sehingga kita bersyukur kepada Allah untuk hal itu...dan...Kelihatannya engkau telah mencoba melaksanakan yang ke 2, dan dalam perjalanan yang ke 3. Mengapa engkau pilih juga yang ke 3?

Karena engkau mengetahui "perjalanan" ini adalah: "Jika engkau tidak bisa menembus gunung, MEMUTARLAH! Jika engkau tidak bisa memutarinya, LANGKAHILAH! Jika masih juga tidak bisa, BERHENTILAH SESAAT dan TANYAKANLAH DIRI ENGKAU pentingkah untuk berada di sisi yang satunya dari gunung tersebut? Jika memang demikian, GALILAH TEROWONGAN! Sesuatu yang HEBAT tidak dapat diraih hanya dengan DUDUK-DUDUK saja...."

Seperti juga Allah bersamamu....aku ingin jadi saksi kehidupanmu.

Sunday, April 27, 2008

Krisis Kepemimpinan

Hanya mencatat kembali tulisan akhir Benny Susetyo
dalam Suara Pembaruan, Kamis 28 Feb 2002.

Kita saat ini mengalami krisis kepemimpinan. Selama ini manusia hanya sekedar instrumen dari kekuasaan. Ketika manusia menjadi instrumen kekuasaan, maka penguasa berusaha melestarikan sistem politik yang fasis alias otoriter, menindas kaum miskin yang lemah demi tercapainya kepentingan pribadinya. Hal itu kurang kita sadari selama ini, di alam di mana muncul ketidakjelasan arah. Salah satunya disebabkan karena gagalnya pendidikan dalam proses manusia jadi merdeka; yang dihasilkan hanya manusia setengah jadi, bukan manusia yang utuh. Mereka sekarang hanya sekadar menjadi alat kekuasaan. Mentalitas mereka hanya menjilat, tidak konsisten, lebih menyukai yang enak dan instan, serta mudah menjadi bunglon.
Akar semua problem itu adalah karena kita masih memandang rendah pendidikan yang membebaskan dan memerdekakan, meski kita beramai-ramai membangun gedung pendidikan, kurikulum dan sistem pendidikan. Kita masih terjebak untuk membangun monumen kekuasaan dan melupakan hal yang mendasar, yakni mendidik manusia untuk jadi merdeka. Mengapa semua terjadi? Jurgen Habermas mengatakan bahwa selama ini manusia modern terjebak pada pola mekanistis. Akibatnya, kita tidak sadar bahwa kita hanya menjadi instrumen belaka, baik instrumen kekuasaaan mau pun instrumen teknologi.

Padahal sebagai manusia, kita telah diberikan kehendak bebas oleh Tuhan untuk menjadi manusia merdeka. Manusia yang merdeka adalah manusia yang menjadi dirinya sendiri dan menjadi pengendali instrumen tersebut, bukan menjadi budak dan dikendalikan instrumen yang diciptakannya sendiri.

Dan saat ini, jika berbagai kerisauan di atas tidak segera disadari, maka bangsa ini akan mengalami keterasingan: situasi yang membuat moralitas di ambang kehancuran.

@Teman tersayang,
menuliskan ini hanya merefleksikan "kesadaranku"
untuk mengatakan bahwa pemikiranmu selama ini memiliki
komitmen-konsistensi-koheren dengan apa yang tertera di atas....
Sudah saatnya engkau muncul ke permukaaan......
Sudah saatnya engkau mengarahkan bangsa ini...
Sudah saatnya engkau menjadi pengendali....
Saat menjadi Guru (digugu dan ditiru) kebajikan, kebijakan dan kebijaksanaan yang kau "simpan" ...

Tuesday, April 22, 2008

PIKIRAN (MIND)


AKU BELAJAR & MENEMPATKAN DIRIKU DI MASA DEPAN MENJADI KINI
(I learn the lessons and I place myself where the future becomes present)
SELURUH KEKUATAN TELAH SIAP BEKERJA MELENGKAPI DAN MENGGEMBIRAKANKU (All forces have been steadily employed to complete and delight me)
DAN PADA TITIK INI, AKU BERDIRI DENGAN JIWAKU YANG GAGAH
(
Now on this spot, I stand with my robust soul)

WAKTU LAMPAU DAN KINI LUNGLAI
(The past and present wilt)
AKU PERNAH MENGISINYA ATAU MENGOSONGKANNYA
(I have been filled them or emptied them)
DAN, DALAM PROSES MENGISI LEMBARAN MASA DEPAN BERIKUTNYA
(And proceed to fill my next fold of the future)

HAL YANG KAU BERIKAN KUTERIMA DENGAN BAHAGIA
(What you give me I cheerfully accept)
ENGKAU ADA DI SINI - SANGAT HIDUP DAN JELAS
(
That you are here -- very life exists and identity)
PERMAINAN YANG PENUH TENAGA BERLANGSUNG
(That the powerful play goes on)
DAN ENGKAU HADIAHKAN PUISI BAGI PERJALANAN HIDUPKU
(and you may contribute verse of my life journey)

LALU AKU BERPIKIR KE BELAKANG
(Than I think backward)
TENTANG KEPATUHAN, KEPERCAYAAN, KELEKATAN,
(Of obedience, faith, adhesiveness)
SAAT AKU BERDIRI DI SINI DAN MELIHAT
(As I stand here and look)
DI SANA ADA SESUATU YANG SANGAT

MEMPENGARUHI SEJUMLAH MASSA,
(there is to me something profoundly

affecting in large masses of men)
MENGIKUTI PEMIMPIN YANG TIDAK MEMPERCAYAI MANUSIA LAIN
(following the lead of those who do not believe in men)
SERIBU PRIA DAN WANITA TERBAIK HILANG
(A thousand perfect men and women will fade away)

SAAT INI ADALAH PENTING

UNTUK MENDORONG DIRI KITA MENGENALI,
(This time is important

to force ourselves for knowing)
HANYA DIRI KITA YANG MENGERTI DIRI KITA DAN BENTUKNYA
(Only ourselves understand ourselves and the like of ourselves)
SEPERTI JIWA MENGENAL JIWANYA
(As souls only understand souls)

OH, AKU PERCAYA PADA MASA DEPAN
(Oh, I trust to the future)
DIMANA AKU BUKAN HANYA AKU TETAPI KITA,

DAN KITA MENJADI KAMI
(Where I not only I but we,

and we'll change become us)
KITA SEPERTI JUGA ATMOSFIR,
(We are what the atmosphere is,)
BENING, MUDAH MENERIMA, MUDAH MEMAHAMI, TAK MUDAH DIPAHAMI (transparent, receptive, pervious, impervious)

DAN AKU JUGA MELIHAT JALAN AKAN DITERUSKAN,
(And I also see the road will be continue)
KEMUDIAN PERJALANAN AKAN DILANJUTKAN..
(than the journey ever continued..)

Note: Truly inspired by Walt Whitman (American poet, journalist, lover of freedom) 1819-1892

Friday, April 11, 2008

110408

Hari ke-40 mu

Shaum,
tindakan yang paling Illahi,
karena hanya untuk Allah
engkau lakukan hal yang paling rahasia
sebuah sensasi bukan ragawi
tapi kerajaan ruh
Nabi pun mungkin tak berpuasa selama itu
berturut-turut dalam hari

engkau lalui hal yang muskil kau lakukan
bahkan ketika Ramadhan tiba
namun kau jelujuri semua ketidaksanggupan masa lalu
untuk kekinian yang bermakna kelu

40 hari shaum sunnahmu berakhir sudah
mungkin perangmu belum usai - tak akan usai
40 hari puasamu anugrah
menjadi satu perisai - satu misai
40 hari tapabratamu adalah gerai
menggelar jutaan impian di lautan rinai

Tuesday, January 1, 2008

Hari ini

hari ini adalah kesedihan
jelasnya optimisme kesedihan
hari ini adalah jaring-jaring keinginan tersembunyi
ribuan hari-hari sebelumnya
hari ini adalah pernyataan masa depan


Today...
look alike another day in years
that has flown by
Is this the end?
or just the beginning?

selalu ada yang berakhir di awal
dan berawal di akhir
terlalu abrsurdkah untuk diperdebatkan?


hari ini mengenang
seseorang yang mengingatkanku
tentang waktu

2008 will amazed me!

and George Bernard Shaw, shows me:
"The people who get on in the world are the people who get up and look for the circumstances they want. And if they can't find them, make them."

Oh God bless me, to make it true!