Percakapan sunyi di 18 Juni 2008
9:45
Kau: biasanya hubungan manusia dengan Allah pupus (gelap) apabila apa yang sudah didapat tidak diakuinya sebagai kebenaran (ingkar). Aku hanya memberi petunjuk agar kau mendapat kunci dan kemudian membuka pintu surga..
9:49
Aku: aku tidak mengingkari apa yang sudah kudapatkan, yang terjadi adalah setelah aku makin luluh (pasrah), yang kudapatkan semakin luar biasa dan kenikmatan yang Illahiyah itu membuatku makin bertauhid. Kegalauanku muncul karena bertanya: "mengapa aku mendapatkannya?"
9:55
Kau: Jangan goyahkan keimananmu! majulah terus, karena apa yang kau dapatkan barulah awal, masih banyak lagi yang luar biasa yang dimiliki Allah, dan belum kau ketahui. Saranku, imani terus ya...amin.
11:20
Kau: Banyak kisah-kisah yang terjadi sebelum kita dilahirkan, mungkin kisahnya mirip atau sama, cuma berbeda waktu dan pelakunya. Jadikan hal tersebut semacam "up-date", sehingga lebih kontekstual dan mudah mencernanya.
11:39
Aku: Maaf. Tadi kau mengatakan kisah-kisah. Apa hubungannya dengan "cahaya"? Penggambaran yang pernah kulihat hanyalah metaphora seperti : mata, alismata, bolamata, sinarmata tanpa makna, bibir, mulut, hidung, silhuet wajah seseorang dari samping, burung berleher jenjang, angsa, kubah masjid, bangunan terbuat dari pasir berwarna putih pucat, titik-titik air, permukaan lautan, gelombang laut biru pekat, lorong hitan tetapi terang. Hanya itu, dan aku belum paham maknanya...secara segmen mau pun keseluruhan...
12:30
Kau: Baca kembali Al Qur'an dan terjemahannya. Selalu ada perumpamaan. Barangkali kisah-kisah para Rasul/Nabi...pasti ada kemiripan dengan pengalamanmu. Perdalamlah makna tentang misalnya: burung, gunung, laut dll. Juga yang dikisahkan melalui Nabi-nabi. Musa melihat cahayaNya di gunung Thursina, membelah laut...coba sambungkan, pasti ada kemiripan dengan "penglihatanmu".
12:07
Aku: Nah itulah, kemampuanku untuk menyempurnakan "mosaik penglihatan" itu masih berupa embrio...tolong bantu aku untuk menemukan hikmahnya...
12:09
Bismillahirrahmanirrahim. Alam nasyroh laka shadrak, wawdha'naa anka wizrak. Alladzii anqadha zhahrak. Warafa naa laka dzikrak. Fa inna ma'al usri yusraa. Fa idzaa faraghta fanshab. Wa ilaa robbika farghab.
No comments:
Post a Comment